Jumat, 21 Desember 2018

Pemilik Kelembutan Qolbu

Wajahmu kiyan keriput
Menggambarkan jiwamu kiyan ribut
Ku tahu ini ulah anakmu
Anakmu yang mudahnya bertekuk lutut
Untungnya do'amu selalu di sambut

Satu hal yang selalu buat ku tersalut
Tiada pernah kau menuntut
Akan jerih payah yang pernah kau gelut
Yang nyatanya tak pernah ku ikut
Ikut menapaki kepedihan yang meruntut

Ketika hati ini resah kau membantu
Namun giliran hati mu, ku tak pernah tahu
Seego itu kah diriku
Kumohon ampuni anakmu
Karna ku tahu ridha Allah ada pada dirimu

Sapa diriku dengan kelembutanmu
Agar ku kembali tersadar
Tersadar akan berharganya dirimu
Dirimu si pemilik kelembutan Qolbu
Oh ibuku

Selasa, 18 Desember 2018

Pulang Membawa Goresan

Engkau hadir perlahan bagai semilir angin yang jauh dari kata berisik
caramu itu sungguh membuat fikiranku terusik
seakan telingaku tak henti-hentinya mendengar bisik 
setelah perlahan kau memijaki fikiran ini
barulah ku ketahui, dirimu sulit untuk dimaknai

Sekarang ku terhempas bersama kenangan yang kau ciptakan
bahkan terasa lebih sakit dari apa yang kufikirkan
Jalan setapak dan lurus yang  ku lalui
kau buat berkelok tanpa henti
ku tahu ini mengisaratkan untuk menepi

Menepi, ya aku hampir menepi
bahkan diriku hampir kau buat merasa yakin akan semua ini
untungnya cepat untuk ku sadari,
aku masih punya tujuan dengan jalanku
dan tak ubahnya dengan dirimu

pukul, bagunkan diriku
ku tahu ini bukan bunga tidur dengan makna yang indah
kini ku  mencoba kembali dengan luka penuh goresan di hati
ku tahu ini salahku,bukan dirimu
mengapa diriku pandai sekali memerankan aktor yang nyatanya tak ku ketahui