Engkau hadir perlahan bagai semilir angin yang jauh dari kata berisik
caramu itu sungguh membuat fikiranku terusik
seakan telingaku tak henti-hentinya mendengar bisik
setelah perlahan kau memijaki fikiran ini
barulah ku ketahui, dirimu sulit untuk dimaknai
Sekarang ku terhempas bersama kenangan yang kau ciptakan
bahkan terasa lebih sakit dari apa yang kufikirkan
Jalan setapak dan lurus yang ku lalui
kau buat berkelok tanpa henti
ku tahu ini mengisaratkan untuk menepi
Menepi, ya aku hampir menepi
bahkan diriku hampir kau buat merasa yakin akan semua ini
untungnya cepat untuk ku sadari,
aku masih punya tujuan dengan jalanku
dan tak ubahnya dengan dirimu
pukul, bagunkan diriku
ku tahu ini bukan bunga tidur dengan makna yang indah
kini ku mencoba kembali dengan luka penuh goresan di hati
ku tahu ini salahku,bukan dirimu
mengapa diriku pandai sekali memerankan aktor yang nyatanya tak ku ketahui
MasyaAllah..
BalasHapus