Senin, 26 April 2021

"Menyerah Yang Tertunda Kala Semangat Kembali Membara"

Keberkian kali ini terjadi
Bahkan sekarangpun kembali
Mencoba tuk terus belenggu diri
Berhenti serta menjauh dari semua ini

Mungkinkah anganku terlalu tingggi
Hingga tak jarang coba membebani
Ujian serta cobaan kian silih berganti
Sedang ekonomi kesulitan mengamini

Terjadi, semua berjalan dengan lirih
Kala dunia merangkak tuk beranjak pulih
Harus dipaksa tuk kembali menerima perih
Apapun tafsirannya fikiran harus tetaplah jernih

Kenyataan tak semudah kita berangan
Semakin besar akan suatu impian
Berbanding lurus dengan tantangan
Seolah mengajarkan semua insan
Hal yang indah perlu perjuangan

Ingatlah....
Cacian akan membersamai
Selaras support  membarengi
Kita orang miskin terbiasa dimaki
Pun begitu tak pantas merenungi diri
Tanpa harta kita akan tetap bisa berdiri
Namun tanpa mimpi lebih baik mati


Minggu, 25 April 2021

SESAT ATAU SESAT

Malam...
Mengajariku akan sebuah rasa
Rasa hening yang melebur sempurna
Gelap, bingung, hingga tak tau arah kemana
Dalam renung terasa ajakan tuk pergi sesaat
Sejenak menjauh dari hura fatamorgana sesat

Selamat datang di dunia fana
Dimana rasa senang tiada ujungnya
Tempat para penguasa berlaku seenaknya
Tempat orang kaya-raya pamerkan harta
Tempat orang miskin semakin menderita

Dunia....
Konotasi negatif tak selalu tersematkan
Adakalanya hal positif menyeimbangkan
Kita tak bisa menghindari hal yang buruk
Namun kita mampu tuk selalu berbuat baik

Tak usah harapkan imbalan dalam kebaikan
Sejatinya Allah tahu apa yang kita lakukan
Percayalah sekecil apapun tindakan
Rahmat-Nya besar dari yang kita bayangkan

#SehatSelaluOrangBaik
#hatersmutaksebanyakyangmendukungmu

Rabu, 21 April 2021

Mengenal Sebuah Rasa Kagum

Aku baru tersadar ternyata mengaggumi itu asik
Hal sederhana namun terasa begitu luar biasa
Kusebut sederhana karena semuanya tanpa usik
Bahagiaku tak harus dengan hal luarbiasa
Karena sederhanamu bagiku begitu bermakna

Sekarang aku tersadar
Ternyata diri tak sekuat dengan apa yang dikira
Espektasiku mampu dengan ini semua
Tapi nyatanya realita berbeda

Aku yang sok gagah mengatakan 
"Peranku cukup mengagumi tanpa harus memiliki"
Awalnya memang mampu untuk beberapa hari
Namun tidak untuk saat ini

Aku mulai takut dengan rasa kehilangan
Tapi sudahlah, siapa aku bagimu?
Jika memang kaulah tulang rusukku
Maka ketakutan ini tak layak menghantuiku

Tugasku sekarang cukup memperbaiki diri
Setidaknya layak untuk bisa memiliki
Tak boleh menyerah pun sekedar bermimpi
Kita selalu punya jalan langit untuk mengatasi


Rabu, 14 April 2021

Tidak Hanya Sekedar Bermimpi

     Mimpi itu indah, se indah angan ketika telah digenggaman, bermimpi mempunyai kekuatan tersendiri, dimana hal-hal yang dulunya di anggap mustahil sekarang menjadi nyata. Segelintir ilmuan terdahulu mereka tak takut untuk bermimpi dalam hal menciptakan inovasi aneh bahkan tak jarang mereka dianggap gila, namun mereka tak pantang menyerah, dan hingga akhirnya terciptalah peralatan dengan teknologi yg luar biasa yang tanpa kita sadari hampir semua yang kita lakukan menggunakan teknologi hasil karya mereka terdahulu.

   Namun bagaimana dengan sekarang jangankan bertindak, bermimpi saja tidak berani, mungkin terdengar menggurui atau apalah yang jelas kita sama, bahkan bisa jadi anda lebih baik dari saya, dan tidak menutup kemungkinan mimpi anda akan menjadi kenyataan di suatu saat nanti. Ayo kita bermimpi kemudian segera bangun dan wujudkan mimpi itu. Sesekali kita pasti dijauhi orang sekitar bahkan dimusuhi tapi buktikanlah kalau mereka telah salah. Percayalah mereka akan menyanjungmu di masa yang akan datang dimana karyamu bermanfaat bagi orang banyak terkhusus bagi mereka yang ada di sekitarmu.

Terimakasih, semoga sedikit memotivasi

Tulisan singkat dari: @hambayangdo'if (Yuda Ega Saputra 21)

Jumat, 21 Desember 2018

Pemilik Kelembutan Qolbu

Wajahmu kiyan keriput
Menggambarkan jiwamu kiyan ribut
Ku tahu ini ulah anakmu
Anakmu yang mudahnya bertekuk lutut
Untungnya do'amu selalu di sambut

Satu hal yang selalu buat ku tersalut
Tiada pernah kau menuntut
Akan jerih payah yang pernah kau gelut
Yang nyatanya tak pernah ku ikut
Ikut menapaki kepedihan yang meruntut

Ketika hati ini resah kau membantu
Namun giliran hati mu, ku tak pernah tahu
Seego itu kah diriku
Kumohon ampuni anakmu
Karna ku tahu ridha Allah ada pada dirimu

Sapa diriku dengan kelembutanmu
Agar ku kembali tersadar
Tersadar akan berharganya dirimu
Dirimu si pemilik kelembutan Qolbu
Oh ibuku

Selasa, 18 Desember 2018

Pulang Membawa Goresan

Engkau hadir perlahan bagai semilir angin yang jauh dari kata berisik
caramu itu sungguh membuat fikiranku terusik
seakan telingaku tak henti-hentinya mendengar bisik 
setelah perlahan kau memijaki fikiran ini
barulah ku ketahui, dirimu sulit untuk dimaknai

Sekarang ku terhempas bersama kenangan yang kau ciptakan
bahkan terasa lebih sakit dari apa yang kufikirkan
Jalan setapak dan lurus yang  ku lalui
kau buat berkelok tanpa henti
ku tahu ini mengisaratkan untuk menepi

Menepi, ya aku hampir menepi
bahkan diriku hampir kau buat merasa yakin akan semua ini
untungnya cepat untuk ku sadari,
aku masih punya tujuan dengan jalanku
dan tak ubahnya dengan dirimu

pukul, bagunkan diriku
ku tahu ini bukan bunga tidur dengan makna yang indah
kini ku  mencoba kembali dengan luka penuh goresan di hati
ku tahu ini salahku,bukan dirimu
mengapa diriku pandai sekali memerankan aktor yang nyatanya tak ku ketahui